JALAN-JALAN KE LOMBOK (1)

Kali ini saya berencana untuk ambil diving license di Gili Trawangan (Lombok). Kenapa Gili Trawangan? Saya pilih Gili Trawangan karena beberapa alasan. Pertama, karena denger-denger dari teman ( teman Indonesia maupun backpacker bule lainnya) Gili Trawangan itu bagus dan tidak seramai Bali. Kedua, Tiket pesawat dari Surabaya ke Lombok biasanya dibawah Rp500,000.

Ada beberapa cara menjangkau Gili Trawangan, bisa lewat Bali bisa juga lewat Lombok. Karena saya belum pernah ke Lombok sama sekali, saya putuskan untuk pakai rute Lombok – Gili Trawangan.

Surabaya – Lombok International Airport – Senggigi

Kali ini saya lumayan beruntung karena Garuda lagi promo rute Surabaya –Lombok. Lumayan lah terbang murah yay! Saya sampai Lombok International Airport jam 14:00. Untuk menyeberang ke Gili Trawangan kita harus ke pelabuhan Bangsal yang letaknya lumayan jauh (1 sampai 2 jam dari airport). Dari airport ke Pelabuhan Bangsal bisa pakai taxi atau bus Damri. Karena sendirian saya putuskan untuk naik bus Damri. Kalau naik bus Damri harga tiketnya Rp35,000 ke Senggigi. Tiket bus bis dibeli di airport. Habis ambil bagasi, jalan menuju luar airport dan langsung ketemu loket bus Damri. Tapi namanya juga naik bus, pasti ada ngetemnya. Karena saya ngga buru-buru dan emang berencana menghabiskan semalam di Senggigi, perjalanan jadi agak lama pun ga papa sih. Tapi kalau sedang buru-buru, saya sarankan naik taksi langsung dari Airport ke Pelabuhan Bangsal karena kapal buat nyeberang ke Gili Trawangan udah jarang kalau terlalu sore.

Perjalanan saya dari Lombok International Airport ke Senggigi lancar. Saya mulai masuk bus jam 14:30. Busnya ngetem sekitar 10 menitan (untungnya dengan AC menyala). Bus nya ber AC dan untungnya banyak kursi kosong. Perjalanan makan waktu sekitar satu setengah jam. Di Senggigi kita diturunkan di Jalan besar dekat pantai dimana banyak restoran, hotel, bed and breakfast, dan biro tur berada. Berhubung kali ini saya nggak reserve penginapan, pas banget saya bisa langsung jalan hunting penginapan.

Pilih Penginapan
Di dalam bus saya hunting online penginapan atau guest house di area Senggigi jadi biar begitu turun bus nggak blank. So guys, smartphone with 3G connection is really useful here. Setelah hunting beberapa, pilihan termurah sekitar Rp 100,000 per malam. Tapi karena gak sreg dengan kondisi kamar saya putuskan untuk menginap di Hotel Sendok. Tarifnya Rp 250,000 per malam. Kamarnya bersih, ada kolam renang dan dapat makan pagi.

Sunset di Senggigi
Begitu selesai check in saya istirahat sebentar lalu jalan ke arah pantai Senggigi. Jarak pantai Senggigi – hotel sekitar 200 m. Saya sampai di pantai pas sunset. Bener kata orang-orang! Sunset di Senggigi is totally breathtaking. Kira kira pemandangannya seperti ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *